koala menghabiskan hidupnya di tanah hanya satu persen
Koala (Phascolarctos cinereus) merupakan salah satu hewan berkantung (marsupial) khas dari Australia. Mereka dapat ditemukan di sepanjang pesisir timur Australia mulai dari Adelaide sampai ke Semenanjung Cape York, dan sampai jauh ke pedalaman.
Dalam tiga dekade terakhir, populasi koala di Australia telah menurun sebesar 54 persen. Jutaan dolar telah dihabiskan setiap tahunnya untuk melindungi koala, dengam fokus pada pengamanan habitat dan pengobatan penyakit. Namun, dua pertiga dari semua kematian koala terjadi saat mereka bergerak di tanah, ykni akibat tabrakan kendaraan dan serangan anjing.
Meskipun telah dilakukan penelitian selama puluhan tahun, hanya sedikit yang diketahui tentang pergerakan koala di tanah. Pelacakan GPS tradisional hanya memberikan wawasan terbatas tentang pergerakan ini, karena umumnya hanya mencatat lokasi sekali atau dua kali dalam sehari.
Dikutip laman Sci News, Gabriella Sparkes, seorang mahasiswa Ph.D. di University of Queensland mengatakan, "Koala sebagian besar hidup di pohon, tetapi karena adanya pembukaan lahan yang luas, mereka semakin terpaksa turun ke tanah yang membuat mereka berisiko tinggi mengalami cedera dan kematian."
Sementara itu, belum ada pemahaman yang jelas tentang seberapa sering koala turun dari pohon, seberapa jauh atau cepat mereka bergerak, berapa lama mereka tinggal di tanah, atau apa yang memengaruhi keputusan tersebut.
Gabriella menambahkan, "Ini merupakan kesenjangan pengetahuan yang krusial jika kita ingin mengidentifikasi area atau waktu berisiko tinggi dan mengembangkan strategi untuk mengurangi ancaman di masa-masa rentan ini."
Untuk mengatasi kesenjangan ini, para peneliti menggunakan akselerometer—bio-logger yang merekam gerakan tiga dimensi pada ratusan titik per detik. Ini digunakan untuk menentukan orientasi dan pergerakan koala selama perilaku tertentu.
Waktu yang dihabiskan koala di pohon dan di tanah
Para peneliti memasang kalung pada 10 koala di alam liar dengan akselerometer dan perangkat GPS beresolusi tinggi selama rata-rata 8 hari. Dari langkah tersebut, kemudian ditemukan bahwa koala mengunjungi tanah rata-rata tiga kali sehari, dengan total waktu hanya 45 menit.
Koala menempuh jarak rata-rata 260 meter per kunjungan tanah, sebagian besar berjalan pada kecepatan 1,7 km/jam dan sesekali melompat pada kecepatan 10,4 km/jam.
Dengan menggabungkan data akselerometer dan GPS, para peneliti mengidentifikasi pohon-pohon tertentu tempat koala berpindah. Gabriella mengatakan, "Ketika dipasangkan dengan trek GPS, ini memberi kita gambaran yang sangat rinci tentang bagaimana koala bergerak di habitatnya."
https://nationalgeographic.grid.id/read/134281779/dunia-hewan-koala-hanya-menghabiskan-satu-persen-hidupnya-di-tanah

Komentar
Posting Komentar